RSS

Kotak Jerit-jerit

Thursday, December 10, 2009

Download Kisah Para Nabi

Assalamualaikum...

apabila disebutkan kisah para Nabi ni, teringat pula dekat ustaz dan ustazah kat sekolah dulu-dulu..
sebab mereka selalu menceritakan kisah para Nabi ni...masyuuukkk seyh!!!

dan pada hari ini, ku ingin berkongsi file yang diambil dari Mr.Smile, semoga Allah merahmatinya...ameen...

Download Kisah Para Nabi Di sini

Ini adalah Passwordnya : www.bestweh.org



BACA LAGI...........................

Thursday, December 3, 2009

Mengumpat & Fitnah

Allah SWT mencela orang yang mengumpat bagaikan memakan bangkai:
Janganlah setengah kamu mengumpat yang lain. Sukakah salah seorang kamu memakan daging saudaranya yang telah mati (bangkai)?
(Quran surah al-Hujurat, ayat 12)


RasulAllah SAW bersabda;
Setiap muslim haram darah, harta dan harga dirinya atas muslim yang lain.

Baginda SAW juga bersabda;
Takutlah mengumpat. Ia lebih buruk daripada zina. Lelaki berzina lalu bertaubat, maka Allah menerima taubatnya. Sedangkan Allah SWT tidak mengampuni orang yang mengumpat sebelum orang yang diumpatnya memaafkannya.

Mereka berkata, “Orang yang mengumpat manusia ibarat melepaskan peluru kekanan dan kekiri. Seperti itu dia melemparkan akan kebaikannya (hilanglah segala kebaikannya) .

Telah bersabda RasulAllah SAW yang maksudnya;
Sesiapa yang mengumpat, bermaksud menghinakan saudaranya, Allah SWT meletakkannya dijambatan neraka pada hari kiamat. Hingga bebas dari apa yang dikatakannya.

Juga Baginda SAW bersabda yang maksudnya;
Mengumpat itu menuturkan keburukan kepada saudaramu samada badan, nasab, perbuatan, ucapan, agama, dunia, bahkan baju, selendang atau tunggangannya.

Hingga sesetengah orang yang terdahulu berkata, “Jika kau katakan pakaian; Pakaian sifulan kebesaran atau kekecilan (pakaiannya kecil atau besar), itupun termasuk mengumpat. Apa lagi jika kau sebut sesuatu yang menyakitkannya”.
Jangan kalian mengumpat. Didalamnya terdapat tiga keburukan; Doanya tidak dimakbulkan, kebaikannya tidak diterima, dan akan ditimpakan kepadanya keburukan orang yang diumpat.

Dirawikan bahawa seorang perempuan yang pendek telah datang kepada RasulAllah SAW untuk sesuatu keperluan. Setelah dia beredar, Aisyah r.ha berkata, “Wah, pendeknya dia!” Segera RasulAllah SAW berkata, “Engkau telah mengumpat wahai Aisyah!” Telah bersabda RasulAllah SAW;


Baginda RasulAllah SAW bersabda dalam mencela tukang fitnah;
Manusia terburuk dihari kiamat ialah bermuka dua. Iaitu tukang fitnah. Dia datang pada mereka dengan suatu muka, dan datang pada yang lain dengan muka yang lain pula. Sesiapa yang bermuka dua didunia, (maka) dihari kiamat (dia akan) berlidah dua dari api.

Diceritakan dari Amr bin Dinar, dia berkata, “Seorang lelaki Madinah ada saudara perempuan disuatu kampung sedang sakit. Lelaki itu menziarahi dan menunggunya sampai meninggal dunia. Dia mengucapkan takziah dan menghantarnya sampai kekubur. Setelah selesai, dia kembali kepada keluarganya. Kemudian dia teringat akan dompetnya tertinggal dalam kubur. Dia meminta tolong dari temannya. Temannya itu bersegera berangkat menggali kubur dan menemukan dompetnya. Lelaki itu tadi berkata, “Bagaimana keadaan saudaraku?” Lalu temannya itu membuka sebahagian lubang. Tiba-tiba api menyala-nyala. Segera lelaki itu kembali kepada ibunya dan bertanya, “Ceritakan padaku apa cela saudaraku?” Ibunya berkata, “Saudaramu suka pergi kerumah jiran menceritakan keburukan orang untuk menyebarkan fitnah”. Jelaslah bahawa hal itulah yang menyebabkan akan seksa kubur. Siapa ingin selamat, hendaklah tinggalkan mengumpat dan memfitnah”.

Abu Hafsh al-Kabir berkata, “Aku tidak berpuasa Ramadhan lebih kusukai daripada daku mengumpat orang”, lalu dia berkata, “Sesiapa yang mengumpat seorang faqih, dihari kiamat dia datang dan tertulis dimukanya – Orang ini terputus daripada rahmat Allah”.

Telah berkata Ka’ab ra., “Kubaca sebahagian kitab – Barangsiapa yang mati bertaubat dari mengumpat, (maka) dia orang terakhir yang akan masuk syurga. Barangsiapa yang mati (dalam keadaan) membiasakan mengumpat, (maka) dia orang yang pertama masuk neraka”. Allah SWT berfirman;
Celakalah untuk tiap-tiap orang pengumpat dan pencela.
(Quran Surah Al-Humazah, ayat 1)


Wajiblah bagi orang yang mengumpat menyesal dan bertaubat agar keluar dari hak Allah. Kemudian meminta halal atas kezalimannya terhadap orang yang diumpat. Telah bersabda RasulAllah SAW;
Sesiapa yang mengumpat saudara muslimnya, Allah SWT akan memindahkan muka keduburnya pada hari kiamat.

Rujukan:
Terjemahan Kitab Mukashafah Al-Qulub, karangan Imam Al-Ghazali.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- ----

`Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih? (Surah Ibrahim: Ayat 7)

`Dan taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman? (Surah al Anfâl : Ayat 1)

`Apa yang diberikan Rasul kepada kamu, maka ambillah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah? (Surah al Hasyr : Ayat 7)


`Hidup ini penuh nikmat, zahirkan kesyukuran kita dengan amal sebelum menjelma kematian. Semoga ianya memberi manfaat untuk kita ambil iktibar dalam menjalani kehidupan seharian.?



Nukilan daripada saudara Mohd Haidzir Panot (MohdHaidzir. Panot@wdc. com)



BACA LAGI...........................

Wednesday, December 2, 2009

Jom Download "The Arrivals" malay sub

Sejuta Penghargaan kepada Fr33DoMFighT3Rz kerana sudi berkongsi video...syukran...

The Arrivals - part 00-Intro
The Arrivals - part 01-Proof from the Quran
The Arrivals - part 02-Mind COntrol
The Arrivals - part 03-Children Mind Control
The Arrivals - part 04-Proof of the Dajjal's
The Arrivals - part 05-Architecture & Energy
The Arrivals - part 06-Battle of Human Energy
The Arrivals - part 07-The Pharaohs of Today
The Arrivals - part 08-Shocking Evidence of the Pharaohs
The Arrivals - part 09-Hashemfilms
The Arrivals - part 10-New World Order

------------------------------------------------------------------------------

The Arrivals - part 11-Musical Sorcery
The Arrivals - part 12-Light Up the Darkness
The Arrivals - part 13-Lady in Red
The Arrivals - part 14-The Hollywood Deception
The Arrivals - part 15-Hollywood and The Promised Land
The Arrivals - part 16-The Media and Islam
The Arrivals - part 17-War on Terror
The Arrivals - part 18-Hypocrisy of Democrasy
The Arrivals - part 19-The UFO Phenomenon (1)
The Arrivals - part 20-The UFO Phenomenon (2)

-----------------------------------------------------------------------------

The Arrivals - part 21-What Is Yet To Come
The Arrivals - Part 22-Our Satanic Pop Culture
The Arrivals - Part 23-Materialism & The Battle Within
The Arrivals - Part 24-Freedom Unplugged
The Arrivals - Part 25-The Dajjal Is Here (1)
The Arrivals - Part 26-The Dajjal Is Here (2)
The Arrivals - Part 27-Why Satanism Is Practised By Our Leaders (1)
The Arrivals - Part 28-Why Satanism Is Practised By Our Leaders (2)
The Arrivals - Part 29-The Truth About The Gods
The Arrivals - Part 30-The Checkered Floor & The Gods
The Arrivals - Part 31-The Great Deception
The Arrivals - Part 32-The Most Valuable Truth
The Arrivlas - Part 33-The Choice Is Yours
The Arrivals - Part 34-The Infiltration of Religion
The Arrivals - Part 35-The Temple of Solomon
The Arrivals - Part 36-The Story of Jesus
The Arrivals - Part 37-The Sun God
The Arrivals - Part 38-The Story of Islam
The Arrivals - Part 39-The Imam & The Caliphs
The Arrivals - Part 40-The Common Ground

--------------------------------------------------------------------------------
BACA LAGI...........................

Tuesday, November 24, 2009

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
http://www.almanhaj .or.id/content/ 2001/slash/ 0

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap
sahabatnya.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas
Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih
dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari
bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi
sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali
orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak
kembali dengan sesuatu apapun".

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah
untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah)
ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN


[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits
shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang
dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada
lain adalah Surga".

[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling
utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist
Qudsi :

"Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan
membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan
minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah
melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api
neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

"Artinya : .... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [Al-Hajj : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan
Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak
dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar
Radhiyallahu 'Anhuma.

"Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah
Radhiyallahu 'Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya
mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan
Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada
hari-hari ini mengucapkan :

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"

"Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah
(Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha
Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di
pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [Al-Baqarah : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan
berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara
(koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut
sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini
berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti
sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

[4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab
terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah
penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu
manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya"
[Hadits Muttafaq 'Alaihi].

[5]. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca
Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab
amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan
amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi
lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya
meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang
merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak
kembali dengan harta dan jiwanya.

[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan
disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai
shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah
haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai
sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar
pada hari Tasyriq.

[7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah
Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan
bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna
putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut
nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh
domba itu". [Muttafaq 'Alaihi].

[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang
di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari
(memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain :
"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

"Artinya : ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum
kurban sampai di tempat penyembelihan. ..". [Al-Baqarah : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang
berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika
masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut
serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini.
Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah
dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan
kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ;
nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan
menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh
hari.

[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan
melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala
kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini
dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan
yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi
Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.
BACA LAGI...........................

Wednesday, June 24, 2009

Tasbih Fatimah

Saidina Ali r.a berkata kepada murid-muridnya:

“Patutkah daku menceritakan kepada kalian kisah mengenai Fatimah r.a yang paling dicintai & dikasihi di antara anak perempuan Rasulullah s.a.w?”

Murid-murid memberi jawapan tanda persetujuan..beliau pun berkata:

Fatimah biasa menggunakan pengisar untuk mengisar biji-bijian yang menyebabkan tangannya ditumbuhi ditumbuhi ketul-ketulan, beliau mengangkut air ke rumahnya di dalam sebuah beg kulit yang telah menyebabkan timbul parut-parut di atas dadanya, beliau mencuci rumahnya seorang diri menyebakan pakaiannya kotor.

Daku berkata kepadanya, “Pergilah dikau kepada Rasulullah s.a.w dan memohon kepada baginda untuk mendapatkan seorang pembantu supaya dapat membantumu membuat kerja di rumah”.

Beliau pergi berjumpa dengan Rasulullah tetapi pada ketika itu ramai orang berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. Oleh kerana beliau seorang yang bersopan santun, beliau tidak berani untuk memohon permintaan di hadapan khalayak ramai.

Pada keesokan harinya, Rasulullah s.a.w telah datang ke rumah kami dan bersabda; “Fatimah, apakah yang menyebabkan dikau datang kepadaku kelmarin?”

Beliau berasa malu dan mendiamkan dirinya. Daku pun berkata; “Wahai Rasulullah s.a.w, Fatimah telah ditumbuhi ketulan di atas tangannya dan parut-parut di atas dadanya disebabkan oleh beliau mengisar dan mengangkat air bersendirian. Beliau juga sibuk mencuci rumah dan lain-lain sehingga menyebabkan pakaiannya menjadi kotor.Daku menasihatinya untuk pergi menemuimu dan memohon seorang pembantu”.

Kemudian Rasulullah s.a.w pun bersabda; “Takutilah Allah wahai Fatimah. Perolehilah taqwa dan teruslah melakukan tugasmu terhadap Allah dan kerja-kerja mengenai urusan rumahtanggamu. Sewaktu dikau hendak tidur ucaplah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahuakbar 34 kali. Dengan ini dikau akan dapati, ianya lebih berguna daripada seorang pembantu”.

Fatimah r.a berkata: “Daku berpuas hati dengan Allah dan RasulNya”.

Lihatlah kehidupan puteri Nabi yang dikasihi itu. Keadaan keluarga yang sederhana kehidupannya dimana para wanita menganggap adalah suatu yang mulia untuk melakukan kerja-kerja urusan rumahtangga. Betapa jauh bezanya wanita zaman millennium ini dengan keadaan Fatimah r.a.

Menurut hadith ini, zikir tersebut hendaklah diamalkan sebelum tidur. Ada juga dalam hadith-hadith yang lain, diriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. telah menasihatkan Fatimah supaya membaca Subhhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, dan La ilaha illallahu wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahulhamdu wahuwa 'ala kulli syai 'in qadir 1 kali setiap kali selepas solat.

Perkongsian sebagai tingkatan amalan:

Antara Sunnah-sunnah Nabi saw sebelum, ketika dan selepas tidur.

Sebelum dan selepas tidur baca doa tidur. Ramai orang memperlekehkan doa
Masnun (doa harian) tapi hakikatnya harga yang Allah swt janjikan adalah syurga.

Jangan tidur menghadap kaki ke arah Qiblat. Ini adalah kedudukan tidur orang yang telah mati.

Membaca tasbih fatimah: Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahuakbar 33x

“Barangsiapa yang membaca Tasbih Fatimah, sekiranya dia mati malam itu,dia akan dikira sebagai mati syahid.”

Baca 4 Qul tiup ke tapak tangan dan sapu keseluruh badan untuk menghindarkan sihir dan niat jahat manusia.

Niat untuk bangun Tahajjud. Sekiranya tidak terjaga, Allah swt akan mengira seolah-olah dia bertahajjud sepanjang malam. Tahajjud adalah sebaik-baik pelindung daripada sihir dan buatan orang.

Ambil wudhu sebelum tidur dan Solat Sunat Taubat 2 rakaat.

Maafkan semua kesalahan manusia pada kita dan halalkan semua hutang piutang sebelum tidur.Bangun tidur boleh buka fail semula kalau mahu.

Tidur cara Rasulullah s.a.w dengan mengiring badan ke kanan dan tapak tangan di bawah pipi.

Peringatan: Pesan Nabi s.a.w, dilarang tidur meniarap terutama lelaki.

Tutup aurat ketika tidur. Lelaki yang tidur meniarap, dibawahnya syaitan/ jin betina.Tidur tidak berpakaian atau tidak menutup aurat akan menghindarkan Malaikat Rahmat dan mengundang makhluk lain. Sekiranya bersetubuh tanpa membaca doa, syaitan/jin akan bersama-sama menjamah isteri kita. Kemungkinan besar benih yang masuk bercampur dengan benih-benih syaitan/jin.

Banyak lagi Sunnah Nabi s.a.w yang boleh diamalkan, semuanya mudah untuk dilakukan. Lebih mudah daripada bersolek atau pakai night cream sebelum tidur kan. Lebih mudah daripada buat senaman ringan sebelum tidur. Hanya perlu ditambahkan dengan sedikit keikhlasan diri.

Selamat beramal~


“Ya Allah, ikhlaskan hatiku dalam beramal semata-mata keranaMu, istiqamahkan daku dalam mencari keredhaanMu, bantulah kami dalam mengekalkan kualiti ibadah, bantulah kami ya Allah, bantulah kami ya Allah..”

p/s: Qiyamullail setiap malam dan bacaan Quran secara tartil beserta maknanya..

BACA LAGI...........................

Wednesday, May 6, 2009

Malaikatmu

RENUNGAN BERSAMA..
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia...

Dia bertanya kepada Tuhan "Para malaikat disini mengatakan bahawa besok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?"

Dan Tuhan menjawab "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu ."

Bayi bertanya lagi "Tetapi disini; didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa... Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

Tuhan membalas "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu
akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia"

Bayi tersebut berkata lagi "Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya
jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"



Tuhan menjawab "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara berbicara."

Bayi terus bertanya "Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

Tuhan menjawab "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"

Pertanyaan diteruskan "Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"

Tuhan terus menjawab "Malaikatmu akan melindungimu; walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya"

Bayi meluahkan kekhawatirannya "Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi"
Tuhan menenangkannya "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan
bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu; walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu"

Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan : "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?"


"Kamu akan memanggil malaikatmu itu " IBU "



Buat anak-anak: Ingatlah sentiasa kasih sayang dan pengorbanan ibu. Berbakti, berdoa dan cintailah dia sepanjang masa. Dialah sesatunya harta yang tiada galang gantinya dunia akhirat.
BACA LAGI...........................

Wednesday, April 29, 2009

Zinnirah: Penyeri di Firdausi

www.iluvislam.com
peluru
Editor: deynarashid


Kesabaran seseorang muslim dalam mempertahankan aqidah Islam ketika menghadapi suasana penindasan yang hebat merupakan contoh kesabaran yang agung. Pegangan aqidah yang bertunjangkan tauhid kepada Allah menjadi harta yang tiada ternila bagi setiap muslim. Ia adalah cahaya yang menyinari hidup insan dan penyelamat dalam mengharungi sengsara kacau-bilau pada hari pembalasan.

Perkembangan dakwah Rasulullah S.A.W pada peringkat awal banyak dibantu oleh kesabaran kaum muslimin dan muslimat dalam memepertahankan pegangan aqidah mereka. Sikap inilah yang membuahkan hasil yang amat berharga dalam sejarah perkembangan Islam hinggalah ke hari ini. Islam masih kekal dan terus mekar dalam jiwa setiap umat Islam.



Kisah seorang muslimat sejati bernama Zinnirah adalah antara contoh terunggul pengorbanan seorang muslimah demi mempertahankan aqidah yang telah meresap ke dalam lubuk hatinya. Beliau dipilih oleh Allah untuk menerima ujian yang cukup getir. Beliau menerima hidayah Allah pada peringkat awal dakwah Rasulullah S.A.W iaitu semasa baginda S.A.W berdakwah secara sembunyi-sembunyi di kalangan rakan karib baginda.



Dalam sejarah Islam, golongan yang pertama memeluk Islam inilah yang banyak menerima ujian daripada Allah. Zinnirah adalah seorang wanita berketurunan bangsa Rom. Beliau telah ditawan dan dijual di sebuah pasar di Mekah. Akhirnya beliau telah dibeli oleh Umar Al-Khattab untuk dijadikan hamba.

Dari segi fizikalnya, Zinnirah kelihatan seorang yang lemah, tetapi dari segi spiritualnya beliau mempunyai jiwa yang cukup kental dan tabah. Rasulullah S.A.W memulakan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi di kalangan orang-orang tertentu termasuk golongan bawahan. Antara yang menerima cahya keimanan ini ialah Zinnirah. Beliau telah menerima dengan sepenuh hati.

Pada peringkat awak keislamannya, Zinnirah melakukan suruhan-suruhan islam secara sembunyi-sembunyi, takut diketahui tuannya, Umar Al-Khattab. Beliau bersolat, berzikir, membaca Al-Quran, berdoa kepada Allah dengan penuh syahdu dan keinsafan. Semuanya dilakukan secara berhati-hati.

Penderitaan ke atas Zinnirah ini bermula setelah tuannya Umar Al-Khattab mengetahui keislamannya. Umar telah dapat menghidu perubahan yang berlaku ke atas diri hambanya itu. Setelah diselidiki, nyatalah bahawa hambanya meniggalkan agama nenek moyang dan menerima ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W.

Umar Al-Khattab cukup terkenal dengan sikap memusuhi Rasulullah dan agama Islam sebelum keislamannya. Beliau selalu mencerca Muhammad S.A.w. Beliau mencabar sahabat-sahabat yang telah memeluk Islam dengan sikap berani dan tegasnya itu. Beliau sanggup menanam anaknya perempuannya hidup-hidup kerana malu dipandang masyarakat. Dengan sifat keberanian inilah yang telah mendorong Rasulullah S.A.W berdoa agar salah seorang daripada dua Umar di Mekah supaya memeluk Islam.

Zinnirah menjadi mangsa awal di atas sikap kebencian Umar Al-Khattab terhadap Islam dan kaum Muslimin. Apalagi, teruklah Umar menyeksa dan mendera Zinnirah dengan harapan Zinnirah akan kembali kepada agama asalnya dan meninggalkan Islam. Pelbagai seksaan dikenakan terhadap Zinnirah. Pukulan, hentakan, sepak terajang, dijemur di tengah-tengah panas terik adalh rutin kehidupan biasa Zinnirah. Semuanya dihadapi dengan tenang dan sabar, di samping hati dan jiwanya bergantung penuh kepada pertolongan Allah S.W.T.

Kemuncak penderaan terhadap Zinnirah ialah apabila matanya dicucuk dengan besi panas. Beliau kehilangan kedua-dua matanya dan terpaksa mengharungi hidup dengan penuh kegelapan. Matanya buta, tetapi hati dan jiwanya penuh dengan cahaya keimanan.


Iman menjadi penyuluh hidupnya dalam kesengsaraan azab dari tuannya. "Ini untukmu Ya Allah. Aku mengharungi kesengsaraan ini untuk mendapat kesenangan di akhirat kelak. Perjuangan ini sememangnya berat, selalu menderita dan sengsara kerana aku sedar untuk mendapat syurga. Aku terpaksa menagih ujian berat, sedangkan neraka itu dipagari oleh pelbagai kesenangan."

Inilah rintihan hati Zinnirah kepada Allah S.W.T ketika bermunajat kepada Allah di setiap malam sebagai penawar jiwa di atas segala kesusahan yang dia hadapi. Jiwanya semakin kukuh. Imannya semakin teguh.

Pengorbanan Zinnirah mendapat cercaan kaum musyrikin Mekah. Pelbagai cacian dilemparkan kepadanya. Mereka mengatakan Zinnirah buta kerana dilaknat oleh tuhan Latta dan Uzza. Mereka mencabarnya kerana Zinnirah mempertahankan diri dengan mengatakan dirinya buta bukan kerana tuhan mereka, sebaliknya ia adalah perbuatan Umar dan Allah mengizinkan ianya berlaku.

Walaupun diuji dengan pelbagai rupa, keyakinannya kepada Allah tidak berubah. Allah memberi karamah kepadanya. Matanya yang buta itu dapat melihat kembali dengan karamah Allah S.W.T. Dia dapat menikmati semula keindahan ciptaan Allah S.W.T. Hatinya dengan penuh kesyukuran kepada Allah dan imannya semakin tinggi. Dengan taufiq hidayah Allah, Umar akhirnya memeluk Islam jua.
BACA LAGI...........................

Sunday, April 26, 2009

WA'ILAH ISTERI NABI LUTH MATI DALAM KESESATAN

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth menjadi perumpamaan bagi orang-orang yang ingkar. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang soleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua isteri itu berkhidmat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya)." Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)." (At-Tahrim: 10)

Dalam perjalanan hidup seorang nabi, apabila ia mendapati kebenaran yang datang dari Allah, keluarga terdekatnyalah yang terutama mesti ia seru terlebih dahulu. Orang yang paling dekat dengannya tentu saja memperoleh kesempatan paling besar untuk menerima seruannya. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan isteri Nuh dan anaknya. Meskipun keduanya adalah orang-orang yang paling dekat dengan beliau, mereka termasuk golongan yang ingkar akan kebenaran Allah dengan enggan beriman.




Begitu pula wanita yang satu ini, isteri salah seorang dari nabi Allah, yakni isteri Luth as. Luth adalah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah kepada kaumnya di Sadom, sebuah negeri besar yang mempunyai banyak kota, sedangkan penduduknya tenggelam dalam arus kemaksiatan. Rakyat Negeri Sadom ketika itu berserikat dan bahu-membahu dalam perbuatan dosa yang mengaibkan. Nabi Luth diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya itu, termasuk kepada isterinya sendiri. Berkata Nabi Luth kepada mereka seraya mengingatkan: "Mengapa kamu melakukan perbuatan tercela itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia ini sebelummu? Kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." (Al-A'raf: 80-81)

Memang, kaum Nabi Luth ketika itu berada pada tingkat kebinatangan yang paling rendah, kebejatan akhlak yang paling parah, dan tidak ada manusia seburuk mereka sebelumnya. Mendengar seruan Nabi Luth, seruan seorang nabi Allah yang juga pernah didengar oleh kaum-kaum lain sebelum mereka, rakyat Negeri Sadom merasa terusik kesenangannya. Mereka tidak tinggal diam setelah mendengar seruan kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Luth. Mereka terus berfikir, mencari jalan bagaimana agar Nabi Luth tidak dapat mengumandangkan seruannya kembali. Ketika, mereka tengah duduk berfikir, tiba-tiba datang seorang perempuan tua menghampiri mereka. Sebenarnya, sudah lama perempuan tua itu mendengar rencana kaum Luth itu, dan ia tersenyum bangga mendengar rencana itu.

"Akan kutunjukkan kepada kalian, suatu lubang yang dapat menghalangi seruan Luth," ujar perempuan tua itu dengan wajah penuh keyakinan. "Lubang yang mana itu?" tanya mereka dengan keinginan yang penuh harap. "Tidak akan kukatakan hal itu, kecuali aku mendapat sekeping perak sebagai upahnya," sahut perempuan tua. Tak seorangpun dari keturunan kaum Luth itu yang merasa marah atau heran mendengar ucapan perempuan tua yang terkenal mata duitan dan sifat lobanya itu. Salah seorang dari mereka memasukkan tangannya ke dalam sakunya; kemudian mengambil sekeping perak dan diberikannya kepada perempuan tua itu. Dengan senyum kemenangan, perempuan tua itu cepat mengambil dan menyembunyikan kepingan perak itu di dadanya. "Kalian dapat membatalkan seruan Luth melalui isterinya!" Kata perempuan itu kemudian.

Terbelalaklah mata kaum Luth ketika mendengar ucapan itu. Mereka semakin mendekatkan telinga masing-masing ke mulut perempuan penipu itu dengan penuh harapan. "Bagaimana caranya?" Tanya mereka serentak. "Kalian harus bekerjasama dengan isteri Luth untuk menghentikan seruannya kepada kalian." Dengan kesal, salah seorang dari mereka berteriak. "Kami tidak ada urusan dengan isteri Luth!"
Dengan wajah marah, perempuan tua itu kembali berkata: "Aku lebih mengerti hal itu daripada kalian!" "Kalau begitu," sela salah seorang yang lain. "Apa peranan isteri Luth dalam hal ini?" "Dengar baik-baik. Peranan isteri Luth sama seperti perananku bagi kalian sekarang ini," jawabnya. "Jadi, apakah kamu berharap agar isteri Luth dapat menunjuki kami, siapa orang-orang yang dapat memenuhi keinginan kami, sebagaimana yang engkau lakukan kini?" tanya salah seorang dari mereka. Dengan kedua mata yang bersinar, disertai kegembiraan haiwani, perempuan tua berlalu sambil bergumam, "Ya ... ya ..."

Isteri Nabi Luth sedang menyelesaikan sebahagian pekerjaannya ketika terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Segera ia berlari, membukakan pintu. Dan seorang perempuan tua tiba-tiba berada di hadapannya. Dengan tergopoh-gopoh perempuan tua itu lalu berkata: "Hai, anakku, adakah seteguk air yang dapat menghilangkan dahaga yang kurasakan ini?" "Silakan masuk dahulu," jawab Wa'ilah, isteri Nabi Luth, dengan lembut." Akan kuambilkan air untukmu." Perempuan tua itu kemudian duduk menunggu, sementara Wa'ilah masuk ke dapurnya. Tak lama kemudian, Wa'ilah kembali dengan membawa bekas yang penuh berisi air untuk tamunya itu. Dengan lahap, perempuan tua segera meneguk habis air di bekas tersebut, dan kemudian melepas nafas dengan lega.

"Kami hidup bersama suamiku, Luth namanya, dan dua anak perempuanku," jawab Wa'ilah. Perempuan itu kemudian memalingkan wajahnya ke sekeliling rumah yang kecil itu, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya seakan-akan prihatin akan apa yang dilihatnya. Dengan wajah yang memperlihatkan kesedihan, perempuan tua itu berkata: "Aduhai, apakah kesengsaraan menimpamu, Anakku?." "Aku tidak sengsara, bahkan rumah ini cukup bagi kami, dan aku mempunyai suami yang memberiku makan dan minum bersama kedua puteriku," jawab Wa'ilah.

Perempuan tua penipu itu lebih mendekat kepada isteri Nabi Luth sambil berkata: "Dapatkah ruangan seperti ini disebut rumah? Dapatkah yang engkau teguk dan engkau rasakan ini disebut makanan atau minuman?" Wa'ilah terpegun mendengar ucapan perempuan tuan itu. Dengan penuh keheranan, ia kemudian bertanya. "Kalau begitu, apa yang selama ini kumakan dan kuminum?" Cepat-cepat perempuan tua itu berkata: "Panggillah aku dengan sebutan ibu. Bukankah kedudukanku seperti ibu saudaramu?" Kemudian ia menyambung lagi. "Sesungguhnya semua ini adalah kemiskinan dan kesengsaraan hidup yang membawa kemalangan bagimu, hai anakku. Mengapa kamu tidak masuk ke rumah orang-orang kaya di antara kaummu. Tidakkah kamu melihat kehidupan mereka yang penuh kemegahan, kesenangan, dan kenikmatan ...? Kamu berparas cantik, hai anakku. Tidak layak kamu membiarkan kecantikanmu itu dalam kemiskinan hina begini. Tidakkah kamu sedari bahwa kamu tidak mempunyai anak lelaki yang dapat bekerja untuk memberimu makan kelak apabila suamimu meninggal dunia?"

Wa'ilah, isteri Nabi Luth, mendengarkan dengan saksama semua ucapan perempuan tua itu. Ya, ucapan itu telah membuatnya terlena sambil merenung atap rumahnya. Sesekali ia perhatikan perempuan tua yang semakin mengeraskan suaranya yang penuh nada kesedihan dan kedukaan. Dalam lamunannya itu, tiba-tiba Wa'ilah merasakan pelukan perempuan tua itu di bahunya. Ketika perempuan tua itu menghentikan pembicaraannya, isteri Nabi Luth memandang kepadanya sambil berusaha meneliti kalimat-kalimat yang baru didengarnya. Tetapi perempuan tua tidak memberinya kesempatan untuk berfikir, bahkan ia mulai menyambung pembicaraannya dengan berkata: "Hai, anakku, apakah yang dikerjakan suamimu? Bagaimana hubungannya dengan penduduk Negeri Sadom dan kampung-kampung kecil di sekelilingnya?

Sesungguhnya orang-orang di sini menginginkan sesuatu yang dapat menyenangkan hati mereka sesuai dengan yang mereka kehendaki. Dan sesuatu yang dicarinya itu dapat menjadi sumber penghasilan dan kekayaan bagi orang yang mahu membantu mereka. Lihatlah! Lihatlah, hai anakku, kepingan-kepingan emas dan perak ini! Sesungguhnya emas dan perak bagiku adalah barang yang mudah kuperolehi. Aku menunjukkan kepada kaumku beberapa lelaki berwajah 'cantik' yang datang dari kota. Sedangkan kamu... di rumahmu sering datang beberapa pemuda dan remaja lelaki kepada suamimu.

Ya, suamimu yang seruannya diperolok-olok oleh kaum kita. Pekerjaan semacam ini sebenarnya tidak memberatkan kamu. Suruhlah salah seorang puterimu menemui sekelompok kaum kita dan memberitahu mereka akan adanya lelaki tampan di rumahmu. Dengan demikian, engkau akan memperoleh emas atau perak sebagai hadiahnya setiap kali engkau kerjakan itu. Bukankah pekerjaan itu amat mudah bagimu? Dengan itu, engkau bersama puteri-puterimu dapat merasakan kenikmatan sesuai dengan apa yang kalian kehendaki."

Sambil mengakhiri ucapannya, perempuan tua itu meletakkan dua keping perak di tangan Wa'ilah, dan kemudian segera keluar. Isteri Nabi Luth duduk sambil merenungkan peristiwa yang baru terjadi itu tentang keadaan pekerjaan yang dicadangkan oleh si perempuan tuan. Dan ... ia kebingungan sambil berputar-putar di sekitar rumahnya. Suara perempuan tua itu masih terngiang-ngiang di telinganya, sementara di tangannya terselit dua keping perak. Wa'ilah dibayangi keraguan apakah sebaiknya ia terima saja saranan perempuan tua itu. Tetapi, apa yang akan dikatakan orang nanti tentang dirinya jika hal itu ia lakukan; bahwa isteri seorang yang mengaku sebagai Rasul Allah dan menyerukan kebajikan, ternyata, menolong kaumnya dalam melakukan kebatilan.

Tiba-tiba datang suara yang membisikkan ke telinganya: "Perempuan tua itu telah menasihatimu. Ia tidak mengharapkan sesuatu kecuali kebaikan dan kebahagiaan bagimu. Kamu tidak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan oleh kaummu. Dan lagi pekerjaan yang dicadangkan perempuan tua itu sama sekali tidak memberatkanmu. Kamu hanya memberitahu mereka tentang kedatangan tamu-tamu suamimu, Luth. Lekaslah ... lekaslah ... nanti akan kukatakan ... lekas, supaya engkau memperoleh kekayaan dan kenikmatan ... Cepatlah ... !" Dan tiba-tiba, tanpa ragu-ragu, Wa'ilah berkata: "Baiklah, kuterima ..."

"Kalau begitu, selamat kuucapkan kepadamu," demikian Iblis membisikkan kepadanya." Sesudah ini engkau akan merasakan kenikmatan di dalam kehidupanmu..." Nabi Luth kembali kepada penduduk desa yang berada di sekitar Sadom untuk menyerukan kebenaran Ilahi sesuai dengan perintah Allah kepadanya. "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan tercela itu, yang belum pernah diperbuat oleh seorangpun di dunia ini sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas."

Perlawanan penduduk Sadom terhadap dakwah kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Luth kepada mereka membuat kesedihan dan kedukaan di hati Nabi Luth sendiri. Betapa kaumnya tidak mahu menerima kebenaran dan tidak menghendaki diri mereka bersih dari perangai yang hina dan merusakkan itu. Hari demi hari berlalu. Setiap isteri Nabi Luth melihat beberapa lelaki datang ke rumahnya, ia segera memberi tahu kaumnya tentang hal itu dan setiap kali berita yang dibawanya sampai kepada kaumnya perempuan tua datang kepadanya dengan membawa sepotong perak seraya berkata: "Jika engkau selalu menolong kami, nescaya engkau akan dapatkan terus sekeping perak, sementara suamimu tidak dapat menyeru kepadanya." Wajah perempuan tua itu tertawa seperti tawa syaitan, kemudian pergi.

Sementara itu, seruan Nabi Luth kepada kaumnya tidak menambah apa-apa kecuali perlawanan dan kesombongan. Mereka tetap selalu berpaling dari ajakan suci itu. Bahkan mereka terus-menerus melakukan perbuatan keji tatkala Nabi Luth memperingatkan akan datangnya seksa Allah atas mereka apabila mereka tidak mahu berhenti dari kesesatannya. Mereka malah menentang Nabi Luth dengan berkata: "Datangkanlah kepada kami azab dari Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Maka, Nabi Luth pun memohon kepada Allah, agar Allah menolongnya dari kaumnya.

Nabi Luth berdoa: "Ya, Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu." (Al-Ankabut: 30) Allah memperkenankan doa Nabi Luth as, dan mengutus Jibril as. untuk membinasakan mereka. Jibril datang ke Negeri Sadom dengan menyerupai dua orang lelaki yang tampan. "Dia (Luth) merasa susah dan sempit dadanya karena kedatangan mereka. Dan ia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit." (Hud: 77)

Nabi Luth as. cemas memikirkan apa yang bakal diperbuat kaumnya jika mereka mengetahui kedatangan tamu lelaki yang berwajah 'cantik' di rumahnya. Bagaimana ia dapat mempertahankan dan memelihara mereka dari kemungkaran kaumnya? Ah, bukankah tidak ada yang mengetahui kedatangan mereka, kecuali dia sendiri, dan kedua puterinya? Sebaliknya kedatangan kedua tamu Nabi Luth itu merupakan kesempatan bagi isterinya untuk menambah kepingan-kepingan perak yang biasa ia perolehi dari si wanita tua. Sekarang, ia harus mengutus seseorang kepada kaumnya untuk memberitahu mereka. Tetapi kedua puterinya sedang sibuk menyiapkan hidangan bagi kedua tamu ayahnya, atas perintah Nabi Luth. Karena keinginannya yang mendesak, isteri Luth akhirnya memberi isyarat kepada salah seorang puterinya untuk mendekat. Kemudian ia membiisikkan beberapa kalimat ke telinga anak perempuannya itu. Sesaat kemudian, sang puteri segera keluar rumah untuk memberitahu kaumnya, sebagaimana biasa.

Di tengah-tengah kerumunan orang ramai anak Nabi Luth melihat seorang perempuan tua melambaikan tangan sambil mengisyaratkan panggilan kepadanya. Segera ia mendekati perempuan itu dan memberitahu tentang dua lelaki tampan yang datang ke rumahnya. Perempuan tua itu kemudian menyuruh ia cepat pulang, sementara kelompok lelaki menghampiri seraya bertanya: "Apakah yang terjadi? Apakah ada berita baru?" Wajah perempuan tua menampakkan senyum tipuan sambil berkata: "Kali ini tidak kurang dari empat potong emas harus kuterima." Dengan bersemangat kaumnya bertanya: "Apakah yang terjadi? Apakah ada yang istimewa?" Perempuan itu berkata kepada mereka, sementara ia membuka matanya lebar-lebar disertai syaitan. "Kalian akan memperoleh apa yang kalian kehendaki, iaitu dua orang lelaki yang berwajah 'tampan'. Dengan wajah buas dan bernafsu, mereka bertanya dengan tidak sabar. "Di mana mereka? Di mana lelaki berwajah 'tampan' itu?

"Berikan harta kepadaku terlebih dahulu, barulah kuberi tahu kalian!" Katanya. Sebahagian dari mereka menyahut: "Wahai wanita tua, engkau yang tamak, tidak pernah kenyang!" Dan sebahagian yang lain berkata: "Inilah harta untukmu, tetapi cepat katakan, di mana lelaki yang berwajah 'tampan' itu?" Setelah tangannya menggenggam emas, berkatalah perempuan tua itu kepada mereka. "Mereka ada di rumah Luth ..." Hampir-hampir kaumnya tidak mendengar ucapan perempuan tua itu dengan jelas. Tetapi, sesaat kemudian, mereka berlumba-lumba untuk segera datang ke rumah Nabi Luth. Masing-masing ingin memperoleh kepuasan dari dua lelaki 'tampan' yang ada di rumah Luth. Sesampainya mereka di sana, didapati pintu rumah Nabi Luth tertutup. Segeralah mereka mengetuk keras sambil berteriak. "Bukakan, Luth bukalah pintu-pintumu! Kalau tidak, kami terpaksa akan memecahkannya!" Isteri Nabi Luth mencuba menemui suaminya yang ternyata telah meninggalkan kedua tamunya di dalam kamar, sementara ia sendiri mendekati pintu rumahnya yang tertutup dan memisahkan dia dengan sekumpulan kaumnya. Isteri Nabi Luth mengintai dari balik tirai. Hatinya melonjak kegirangan. Sebentar lagi ia bakal memperoleh sepotong perak dari si perempuan tua, sesuai dengan kebiasaan yang telah berlangsung selama ini. Bahkan di samping itu, tanpa diketahuinya, ia mungkin bakal memperoleh pula sepotong emas sebagai bonus. Teriakan kaum Luth bertambah keras dan garang. Mereka tak sabar dan ingin memecah pintu agar dapat masuk dan menemui tamu-tamu Nabi Luth. Apakah yang akan dikatakan oleh Nabi Luth atas tindakan kebengisan yang diperbuat oleh naluri haiwan kaumnya yang rendah itu?

Nabi Luth pun berdiri terpaku; hanya pintu yang memisahkannya dari kaum durjana itu. Sesaat kemudian, Nabi Luth berkata kepada mereka demi menenangkan keadaan: "Hai, kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu. Maka, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku di hadapan tamuku. Tidak adakah di antaramu seorang yang dapat menbedakan baik dan buruk. Ya, orang-orang yang berakal ketika itu telah dihinggapi fikiran-fikiran hewan yang rendah, sehingga nafsu mereka sulit dibendung.

Luth kemudian kembali menegaskan permohonannya kepada kaumnya itu, sedangkan isterinya mengintip tidak jauh dari situ. Nabi Luth menawarkan kepada mereka untuk mengawini puteri-puterinya, tetapi dengan serentak mereka menjawab: "Sesungguhnya engkau telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." Sampai di sini, dialog antara Nabi Luth dan kaumnya terputus. Nabi Luth kemudian berfikir, apakah yang akan ia lakukan jika kaumnya memecah pintu rumahnya dan masuk untuk melampiaskan nafsu syaitannya kepada dua orang tamunya. Ia berdiri kebingungan, sedangkan isterinya memandangnya dengan pandangan khianat. Tiba-tiba tamu Nabi Luth berkata kepadanya: "Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu; sekali-kali mereka tidak dapat mengganggu engkau." Kalau begitu, tamu-tamu Nabi Luth adalah utusan-utusan Allah yang datang untuk menimpakan azab kepada penduduk Negeri Sadom yang berbuat kerusakan itu. Mendengar semua itu, isteri Nabi Luth merasa khuatir, karena ia akan gagal memperoleh harta yang selalu diingininya itu. Kebatilan dan pelakunya memang tidak akan pernah kekal, dan kini seksa sedang menghampiri mereka. Berkata utusan-utusan Allah itu kepada Nabi Luth: "Bukakan pintu, dan tinggalkan kami bersama mereka!"

Maka, Nabi Luth pun membuka pintu rumahnya. Isteri Nabi Luth merasa cemas tatkala melihat serombongan kaumnya menyerbu masuk dengan penuh kegilaan, dan segera menuju ke arah tamu-tamu Nabi Luth. Ketika itulah, Jibril menunjukkan kelebihannya. Ia mengembangkan kedua sayapnya dan memukul orang-orang durjana itu. akhirnya, mata mereka, tanpa kecuali, buta seketika. Dengan berteriak kesakitan, mereka semua menghendap-hendap dan bingung, kemana mereka harus berjalan. Bertanyalah Nabi Luth kepada Malaikat Jibril: "Apakah kaumku akan dibinasakan saat ini juga?" Malaikat Jibril memberitahu bahwa azab akan ditimpakan kepada kaum Nabi Luth pada waktu Subuh nanti. Mendengar itu, Nabi Luth segera berfikir, bukankah waktu Subuh sudah dekat. Jibril memerintahkan Nabi Luth agar pergi dengan membawa keluarganya pada akhir malam nanti. Semua keluarga Nabi Luth pada malam itu pergi bersamanya ke luar kota, kecuali Wa'ilah. Isterinya itu bukan lagi termasuk keluarganya yang beriman kepada risalah Allah yang dibawanya. Sebaliknya, Isteri Nabi Luth justeru telah membantu orang-orang yang berbuat kerosakan, dan ia harus menerima akibatnya. Maka, turunlah azab atas dirinya, bersama semua kaum Nabi Luth yang ingkar, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam Kitab Suci Al-Quran: "Maka, tatkala datang azab Kami, Kami balikkan (kota itu), dan Kami turunkan di atasnya hujan batu, (seperti) tanah liat dibakar bertubi-tubi. Diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan seksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim." Maha Benar Allah lagi Maha Agung.

BACA LAGI...........................

Sunday, February 8, 2009

Dosa yang Lebih HEBAT dari ZINA

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala dia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... Cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang dia mengherdik perempuan tersebut. "Nyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terhantuk-hantuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tidak tahu mahu dibawa ke mana lagi kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya?

Dapatkan di pasaran Novel Islam Indonesia.

Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,
"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat.
"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
" Ada !" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina. Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti mereka seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi Dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, Kemudian dia mengqadanya, maka dia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 Hari, sedangkan satu Hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.Dasyatnya azab neraka.

Demikianlah kisah Nabi Musa Dan wanita pezina Dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi Kita Dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqamah.Insyallah.
BACA LAGI...........................